Selasa, 22 Mei 2018

author photo
Upin Ipin Dan Kawan-Kawan

Jadi begini..

Saya memiliki buah pisang berwarna seperti di bawah. Lantas Andi menjawab pisang itu berwarna kuning, sedangkan Budi menjawab pisang itu berwarna terang. Lalu siapakah yang benar? Andi atau Budi?

Dalam konteks spesifik detail warna tentu Andi benar, tapi apakah Budi salah? Menurut saya tidak, karena Budi men-spesifikasikan warna pisang tersebut ke dalam kategori yang berbeda. Tiba-tiba datang Congli mengatakan pisang itu berwarna biru. Lho kok?

Lalu apakah Congli salah? Tentu mayoritas dari kita akan menjawab salah. Tapi, apakah kita pernah bertanya, mengapa Congli menjawab pisang itu berwarna biru? Ketahuilah, ternyata Congli adalah penderita buta warna parsial.

Pisang Kuning

Ya begitulah kita pada hari ini.

Dalam beberapa hal masalah, yang seharusnya kita bisa pakai otak dan hati kita. Faktanya hanya menjadi pajangan dalam hidup. Berbeda pandangan argumen dalam setiap masalah, wajib kita caci; anjing, bego, dll.

Padahal Andi, Budi dan Congli, memiliki perbedaan pandangan yang dapat dipertanggung jawabkan. Dan beberapa tahun inilah yang saya rasakan, terjadinya pengkotak-kotakan antara yang merasa benar dan salah.

Padahal, kalo kita merasa yang paling benar, maka berilah pemahaman kepada yang salah, bukan cacian. Apalagi kepada Congli, obatilah dia, bukan malahan membuka dosa masa lalu Congli yang tak sepatutnya.

"Dasar Congli tukang ngupil!"

"Pantesan, Congli itu suka nonton Doraemon!"

Dimana rasa empati kita?
Dimana rasa saling menghargai kita?

Tapi realitanya, ya seperti inilah kita. Inilah hasil pendidikan yang tak mengenal perbedaan, pendidikan yang dijadikan ajang kompetisi, pendidikan yang.. sedikit moral. Nilai MTK semua harus 90. Titik.

Ingin rasanya, minat baca diantara kita selalu ditingkatkan, tak hanya baca buku tapi juga baca kondisi, dan juga perasaan orang lain. Aa Gym mengatakan, karna teko akan mengeluarkan sesuai isi yang ada di dalamnya.

Memang, tak semua hal itu harus dipandang dengan perbedaan, syahadat contohnya. Tapi agama ini juga mengajarkan, kita sebagai manusia merugi, saling menasehatilah, di dalam kebenaran dan juga kesabaran.

Terakhir izinkanlah diri ini bertanya:

Apakah semua ini, karna akal kita yang sudah tak sehat? Atau jangan-jangan, asa kita yang terlalu membenci?

Terima kasih.

Sumber foto :
pixcorners.com - bulatan api keren.
id.wikipedia.com - upin ipin.
hellosehat.com - pisang kuning.
Klik Disini

This post have 28 komentar

avatar
Adi Stia Utama S delete 22 Mei 2018 09.11

banyak faktor yang membuat kondisi seperti itu. Pendidikan akhlak yang masih kurang.
Dari rumah maupun sekolah, yang tau orang tua dan guru adalah anak punya prestasi di bidang akademik tapi mengenyampingkan akhlak itu sendiri.
Rasa empati, rasa simpati.

Karena paksaan untuk mendapat nilai tertinggi agar di hargai dan di segani, akhirnya melakukan segala cara untuk mengejar ambisi meski harus menjatuhkan teman.

ini salah satu yang mendasari kita sekarang saling menghakimi dan meraasa benar. Dari kecil tidak di tanamkan pemahaman akhlak.

kalo salah jgn marah ya hihihi itu opini pribadi mas alien

Reply
avatar
Gigip Andreas delete 23 Mei 2018 02.50

Tentang sudut pandang. Oke gue nangkep maksudnya. Tapi tetap sih gue paling males debat sama orang fanatik. Karena cuma buang-buang waktu. :p

Ini orang-orang fanatik harus baca post ini nih hahahaha

Dan ya, orang-orang belagu yang suka mandang remeh orang lain dari statusnya juga harus baca ini. :))

Reply
avatar
AuL Howler delete 24 Mei 2018 17.17

Awesome thought
Bahkan yang salah pun belum tentu salah juga ya, selalu ada sesuatu yang mendasarinya dan belum tentu itu salahnya sepenuhnya

Kalau ngikutin mindset netizen indonesia itu pasti udah rame dan si congli udah bikin ratusan intastory sedih sedih terbully

Reply
avatar
Yoga Akbar Sholihin delete 25 Mei 2018 07.28

Biasanya karena orang yang kayak gitu nggak berpikiran terbuka. Setiap kali melihat perbedaan, dia pasti menganggapnya kesalahan. Entah mengapa mereka selalu merasa paling benar dan suka memaksakan standarnya sendiri. Padahal setiap orang memiliki standar masing-masing. :(

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 26 Mei 2018 13.05

Semua kembali ke pendidikan ya bang, entah apa yang salah sehingga bisa menjadi begini.

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 26 Mei 2018 13.06

Cuma kalo emanng sengaja dijawab ngaco, ya namanya dia lagi ngelawak itu mah bang wkwkwk.

Fanboy dan fangirl garis keras :(

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 26 Mei 2018 13.08

Terkadang orang tua yang tidak memahami anaknya juga bisa memaksakan kehendak, begiu pun sebaliknya.

Tapi lieur ah bang wkwk

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 26 Mei 2018 13.09

Nah ini, biasanya cewek yang merasa paling benar sehingga memaksakan standarnya ke diri seorang cowok yang gatau apa-apa ._.

Meskioun kembali ke pasal satu bahwa cewek selalu benar, huft.

Reply
avatar
Gigip Andreas delete 26 Mei 2018 17.40

Asep Kurniawan ini anaknya Niki Setiawan? Hmm.. jadi siapa istrinya?!

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 27 Mei 2018 01.48

Bapakku bukan bapakku ini mah

Reply
avatar
Septian Dwi Cahyo delete 27 Mei 2018 15.32

Haha, realita sekarang nih mah, haha :-)

Sebetulnya beda pandangan itu menyenangkan, apabila kita mengeti satu dengan yang lainnya, bisa saling berdiskusi mencari kebenarannya.

Kalau sekarang mah kayak gitu malah pada saling menghujat, huff.
Makanya sekarang banyak orang menyebutnya sebagai bangsa penghujat, cukup ngiris sih.

Reply
avatar
Bimo Aji Widyantoro delete 30 Mei 2018 11.29

Tentang sudut pandang yah. Benar banget mas, terkadang kita harus melihat sesuatu dari sudut paling lain jika ingin lebih mengerti. Sayangnya belakangan ini banyak orang kekeh dengan satu pandangannya saja yang dianggap paling benar. Mencoba memberinya nasehat pun kadang gak mempan sama sekali.

Kalau saya sih bawa santai saja, setiap pilihan pasti ada resiko dan tanggung jawabnya. Hanya saja jangan karena kita berbeda terus langsung menghardik dan mencela. Itu yang salah. Yuk dah Rayakan Perbedaan.

Reply
avatar
Yoga Akbar Sholihin delete 31 Mei 2018 06.19

Saya nggak mau menerapkan pasal itu. Ketika cewek salah, ya bagi saya itu salah. Nggak ada hubungannya sama jenis kelamin soal siapa yang benar dan salah, sih. :)

Reply
avatar
Andrie Kristianto delete 31 Mei 2018 19.29

setiap orang memiliki pendapatnya sendiri masing-masing... jika kita bertanya pada satu orang dengan orang yang lain pasti akan memiliki jawaban yang berbeda beda... bukan soal pengajaran ataupun hal lainnya, itu tergantung pada diri kita sendiri menanggapi hal hal diluar sana, bagaimana mengolahnya, bagaimana meringkasnya dan kembali dibagikan informasi yang sudah diolah menjadi pengetahuan tersebut.. Sudut pandang orang berbeda beda, terkadang kita harus menjadi orang lain atau melihat dari sudut pandang orang lain, karena diri kita belum tentu benar ataupun salah.. mungkin begitu

Reply
avatar
Febri Dwi Cahya Gumilar delete 3 Juni 2018 00.17

Waaaaaaah, sungguh, inspiratif sekali. Beneer sih. Rangorang lebih sering kayak mematok benar-salah tanpa tau alasan atau cara pandang dari orang yang mengucapkan pendapatnya.

Pfffft sudah kebiasaan memang ya

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 4 Juni 2018 06.26

Wih, mantap nih, katakan yang benar adalah benar, salah adalah salah, tentu dengan hikmah dan pelajaran yang baik ya bang hehe

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 4 Juni 2018 06.30

Mungkin dengan menghujat tingkat kebahagiaan hidupnya meningkat bang, seperti orang yang kaya tapi hasil korupsi

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 4 Juni 2018 06.32

Wah enak sih, bisa santai mas, kalo saya mah udah ngegas duluan, mungkin karna pengaruh ideologi ataupun gengsi disaat tertentu haha

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 4 Juni 2018 06.36

Nah, maka dari itu bang patokan benar dan salah itu seperti apa? Soalnya zaman sekarang udah agak rancu, jadi tergantung landasan ideologi mereka apa, beda-beda, zaman now pun pendapat anak smp pun bisa mengalahkan pendapat seorang professor ya? Lieur ah wkwk

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 4 Juni 2018 06.39

Udah gak ngerti lagi sih sama pemikiran rangorang, tapi bener gak sih sebuah pemikiran itu timbul tergantung apa yang dia baca?

Intinya sih literasi, lieur ah wkwk

Reply
avatar
Affan Ibnu Rahmadi delete 5 Juni 2018 08.36

pisang itu sudah matang.. bisa dilihat dari warnanya.. apa?

persepsi serta cara mengartikan suatu keadaan tidak bisa di ajust dalam satu konsep yang sama.. itulah kreatifitas.. ada yang liar ada yang terarah..

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 5 Juni 2018 13.13

Nah, seru nih, tapi saya belom paham pak, bisa dijelaskan gak pak? Hehe

Reply
avatar
ramadani idaham delete 7 Juni 2018 03.03

Nggak ada yang salah, dulu waktu belajar sosiologi, semua orang menyakini kebenaran mereka masing-masing dan penting buat seorang yang bijak mengerti itu dan mengarahkan kearah yang lebih benar hehe, apaan sih gua, sok keren banget ngomong, ngupil aja masih pakai tangan hehe

Reply
avatar
Affan Ibnu Rahmadi delete 8 Juni 2018 11.12

saya kemarin mikir apa ya nulis ini.. ketahuan kebanyakan blogwaking.. wkwkwkw

masing2 orang memiliki persepsi yang barangkali tidak sama.. tergantung aliran elektrik yang mengalir dalam masing - masing neuronnya kali ya..

itulah dasar kreativitas : persepsi, sehingga menimbulkan penilaian yang berbeda2, ada yang positif dalam menilai keadaan, maka akan menjadi kreasi, sementara yang hanya mampu menilai negatif, maka semua keadaan hanya akan menjadi masalah..

Reply
avatar
himawan sant delete 8 Juni 2018 14.31

Baa kalimat pertama "saya memiliki buah pisang berwarna seperti di bawah" ... , jujur aku refleks nengok ke bawah .. wuakakaka 😅

Pinter deh bikin kreativitas nulisnya ..

Reply
avatar
Fransisca Williana Nana delete 11 Juni 2018 14.58

Karena hal yang kayak begitu mengajarkan kita jadi sulit menghargai berbagai pilihan lain padahal realita manusia di bumi itu ada banyak dengan reaksi otak berbeda-beda dan sudut pandang mereka yang sangat berbeda, tapi justru sulit bagi para kaum makhluk hidup untuk bisa menerima perbedaan begitu, terkecuali bagi manusia yang berpikiran terbuka sudah pasti bisa menerimanya dan maklum.

First time kunjungan kesini nih, baru aja follow, boleh followbacknya mas? Terimakasihh! willynana.blogspot.com

Reply
avatar
AuL Howler delete 14 Juni 2018 18.13

Semoga banyak orang yang tercerahkan bahwa nggak selama yang ia yakini benar itu satu staunya yang benar dan yang ia yakini salah itu nggak sellau salah

Reply

Add your massage to every single people do comment here!

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iklan masalien