Jasa Vector Murah

Senin, 19 Februari 2018

author photo
Kartu Kuning Jokowi

Mari beropini, dan inilah opini saya.

Zaadit Taqwa --ketua BEM UI, beberapa waktu yang lalu sempat menghebohkan Indonesia dengan kartu kuningnya yang ditujukan kepada Bapak Pre****n Republik Indonesia. Pro dan kontra pun terjadi, mulai dari kalangan intelektualitas sampai kalangan non intelektualitas, ya seperti saya ini.

Meskipun yang saya perhatikan, komentar-komentar mereka itu hanya membahas kulit permasalahan saja dan bukan membahas masalah inti. Ya gak jauh-jauh dari debat hasil pemilu 2014 pokoknya. Bahkan ada beberapa opini yang menurut saya jaka sembung bawa golok, gak nyambung nulis di blog!

Ehehe.

"Bisa ya, anak to*** seperti ini masuk UI, dan menjadi ketua BEM-nya?"

"Anak kur*** ajar! Dasar gatau sopan santun!"

"Tamparan keras bagi pemerintah!"

"Keren, bikin kec***ng kepanasan!"

"Jual follower aktif mulai dari 50k, yuk sist!"

Gimana? Yang terakhir itu emang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan wkwk. Tapi saya gak mau membahas itu, dan gak mau membahas tentang kepribadian zaadit itu sendiri, bukan yaaa. Apalagi sampe bikin headline : Zaadit itu suka gak ngerjain tugas atau bla bla bla. Baka! Gak bisa jaga aib orang banget dan jaka sembung bawa golok! Gua juga gak ngerjain tugas nih! *lho.

Sebenernya ada tiga tuntutan yang ingin disampaikan oleh zaadit :

1. Tentang gizi buruk yang terjadi di asmat maupun di wilayah Indonesia lainnya.
2. Penolakan dwi fungsi TNI / Polri dalam pilkada.
3. Aturan menristek tentang ormawa kampus.

Yang dipermasalahin cuma yang asmat doang sob, itupun solusinya disuruh pergi ke asmat. Segitu yang ngasih solusi pemerintah, bagaimana dengan kita yang hanyalah seorang hamba sahaya yang tak memiliki helikopter, pesawat, kagebunshin no jutsu dan kekuatan yang lainnya?

Tanda kalo Indonesia jauh tertinggal dalam hal teknologi. Ehm.. coba deh kalian buka di youtube tentang "penampakan indonesia dari luar angkasa saat malam hari" sungguh miris sob. Oh iya, terus untuk solusi yang dua lagi bagaimana? Apakah disuruh menjadi Menteri Dalam Negeri? Apakah disuruh buat menjadi jadi PLT Gubernur? Apakah disuruh buat jadi Beast Titan kaya Zeke Jeager?

Engga dibahas masa. Yaudahlah. Terserah mereka. Kembali ke dalam unek-unek yang saya pikirkan.

***

Dampak kelakuan Zaadit!

Jadi gini sob, sebelumnya kita harus menjernihkan pikiran dulu. Dan dalam hitungan ketiga anda akan tertidur.

Ya bukanlah!

Saya berpikirnya begini ya. Seandainya kalo Zaadit gak melakukan hal seperti itu, terlepas dari tindakannya yang katanya melanggar etika kesopanan. Apakah masyarakat Indonesia bakal latah seperti saat ini yang begitu militan dalam menggalang bantuan untuk Asmat?

Tanpa disadari nih sob, mulai dari pendukungnya pre****n yang ngamuk gara-gara ulah si zaadit, sampe pendukungnya si zaadit itu sendiri. Nyatanya mereka sama-sama mulai peduli dengan nasib yang terjadi di masyarakat asmat sana. Dan saya pun berpikir kembali, sepertinya kartu kuning yang diberikan zaadit ini bukan hanya sekedar peringatan buat pemerintah. Tapi..

Apakah ini peringatan buat diri kita sendiri yang sudah mulai pudar rasa kepeduliannya?

Lalu terlintas di benak saya, andaikan saja jalan yang ditempuh zaadit itu hanya melalui jalur diplomasi yang membuat dia gak dibully? Apakah berita tentang asmat akan seheboh seperti saat ini? Saya pun bisa merasa yakin aja gitu, setelah melihat kejadian di masa-masa yang lalu. Ketika diplomasi hanya menjadi bagian dari formalitas saja, tapi ujung-ujungnya, ya bullshit.

***

Sensasional? Toh kita suka.

Sudah menjadi rahasia umum kalo masyarakat kita itu lebih memperhatikan sesuatu yang sensasional. Awkarin dan Younglex contohnya. Berapa banyak yang membully mereka? Gak kehitung. Tapi kita gak bisa pungkiri kalo mereka itu bisa menarik perhatian masyarakat kita. Akhirnya merekalah yang terkenal bahkan sebaliknya, kalo boleh mengintip duit yang ada dalam rekening mereka.

Sebenernya merekalah yang pantes membully para pembully mereka.

Mungkin itu yang dilakukan zaadit, melakukan hal yang begitu sensasional sampe harus dibully disana-sini. Membuat kepedulian kita terusik bahkan begitu banyak opini tentang asmat yang membuat kita tersadar, kalo kondisi di suatu daerah yang masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia kondisinya sangat miris dan memerlukan bantuan saudaranya.

Itulah realitanya.

Dan nyatanya strategi yang dilakukan seorang zaadit itu berhasil bukan? Ya, mungkin saja seorang zaadit memiliki sebuah rencana besar untuk kedepannya nanti atau malah, jangan-jangan, ini semua hanya sebuah bagian dari konspirasi? Entahlah. Tinggal kitanya aja yang menyikapinya bagaimana tentang semua ini. Ketika opini dimainkan oleh media dan mengerucut menjadi opini yang sama. Berontaklah! Karena kita bukan kaum IQ200 sekolam!

Gila dan jenius, emang kadang beda-beda tipis ya? Memang bukan cara yang terbaik sih, tapi efek kejutnya bikin kita kesetrum, bukan?

Wallahualam bishawab.

Sumber foto : mirror.co.uk
your advertise here

This post have 14 komentar

avatar
Zahrah Nida delete 19 Februari 2018 20.47

"Apakah ini peringatan buat diri kita sendiri yang sudah mulai pudar rasa kepeduliannya?"

Garis bawahi, jadi tagline, jadikan quote, (Asep, 2k18). Wiiih.

Saya kena pukul disitu. Lepas dari apa-apa yang lain. Sebenarnya mengenai 'dibalik layar' Zaadit itu mahasiswa seperti apa (yang kalo baca dari internet gitu agak mengecewakan), tapi the dampak akan terbuka bagi orang2 yang bisa legawa.

Ini tulisan bisa dijadikan kesimpulan pikiran apa yang terjadi di semesta Indonesia, terimakasih bang.

Reply
avatar
Hawadis delete 20 Februari 2018 06.47

Itu pidio ttg wilayah yg udah berlistrik itu kah?

saya nggak terlalu ngikutin apa yg terjadi dgn bem UI, karena apa-apa yg terjadi kalo menyangkut presiden pasti pembullyan. maksudnya, klo kita mengkritik presiden, kita akan jadi bulan2an penghinaan para netizen. sedari dulu memang begitu. tak peduli apa yg dikritik itu, asal ada sedikit celah (aib) atau perkataan atau atribut atau rekam jejak digital si pengkritik yg bisa dibuka maka fokus berita hanya akan di situ2 saja. kalo kita membela si pengkritik, kita akan dicap sebagai umat bumi datar. kan pada gila cara mereka menyimpulkannya. mending saya main mobile legend aja lah..

Reply
avatar
Vanisa Desfriani delete 26 Februari 2018 07.28

masalah kaya gini emang complicated banget sih. Gak cuma selesai dengan satu solusi karena satu hal dan hal lain saling bersinggungan.

btw, sha juga gak punya kagebunshin no jutsu.. gimana dong? wkwkwk

Reply
avatar
NEDI ARWANDI delete 26 Februari 2018 14.53

Dibalik sentilan kartu sakti Si Zadit, masalah Asmat pun cepat diselesaikan, cuma mungkin dlm momen Dies Natalis UI tsb yg kayaknya jurus kritiknya gak "pas" dlm pandangan sebagian orang.....

Reply
avatar
Idris Hasibuan delete 2 Maret 2018 13.02

Hanya bisa argumentasi tanpa aksi,,

Reply
avatar
Yoga Akbar Sholihin delete 2 Maret 2018 13.25

Kenapa harus Beast Titan? War Hammer Titan lebih asyik kayaknya. Beda sendiri gitu dan kuat. Eh, salah fokus. Wqwq~

Saya nggak tau apa maksud sebenarnya dari yang Zaadit lakukan. Terlepas dari gayanya yang begitu, setidaknya jadi banyak yang tahu tentang Asmat. Secara nggak langsung jadi membuat kampanye untuk peduli sama Indonesia Bagian Timur sana, kan. Semoga saja setelah ini pembangunan bisa lebih merata. :)

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 16.06

Maaf apabila ada salah-salah kata :)

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 16.07

Ya saya juga pernah kaya gitu, dihujat netizen pas komen di facebook presiden. Maaf apabila ada salah-salah kata :)

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 16.08

Teteh jangan pake kagebunshin, cukup satu aja wkwk

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 16.08

Ya namanya juga manusia mas, beda kepala beda pendapat.

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 16.09

Hanya bisa aksi tanpa argumentasi,,

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 16.10

Kan titan terkuat beast titan bang, tapi kalah sih sama levi mah wkwkwk.

Aamiin.

Reply
avatar
Adi Stia Utama S delete 13 Maret 2018 11.17

Menurut saya itu Hal yang wajar, apa lagi sebagai mahasiswa memang harus kritis kan
yg bikin suasana panas itu sebenrnya NEtizen indonesia aja
semua mah terserah orang pendapat apa, yg pasti pihak satu menyalahkan satunya dan begitulah sebaliknya.
saya mah bisa apa cuma anak kos yang kalo akhir bulan goreng telor kadang kegosongan karena di tinggal nyuci beras.

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 19 Mei 2018 00.56

Media kalo gak bikin heboh gak dapet makan bang wkwkwk

Reply

Add your massage to every single people do comment here!
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iklan masalien