Rabu, 12 Juli 2017

author photo

Kamu sungguh berarti di dalam hidupku. Bagaimana jadinya bila aku tanpa dirimu? Maaf, aku selalu menyakitimu. Pohon.

Dengan rasio kependudukan yang mengalami peningkatan, akibatnya kebutuhan masyarakat dibidang pangan, sandang dan papan juga ikut meningkat. Sedangkan disisi lain, tidak seperti cewek kebanyakan yang melebarkan diri saat lebaran telah tiba, ukuran pulau di Indonesia cenderung mengecilkan diri akibat beban hidup yang ditanggungnya. Sehingga kondisi hutan di Indonesia pun semakin terancam. Kondisi jomblo pun ikut memprihatinkan. Lantas bagaimana nasib pohon di masa depan?

--- x ---

Menarik, ketika manusia sepakat untuk berkata bahwa pohon adalah bagian penting dalam kehidupan. Tapi realitanya berkata lain, semua itu hanya menjadi kalimat rayuan bagi pohon, bagaimana tidak? Kalo emang sayang, tentu akan dijaga dengan baik, bukan malah disakitin.

Istilah yang dikutip dari tuna asmara ini dapat menggambarkan kenyataan yang terjadi pada sebatang pohon saat ini. Menganggap penting tapi kok ditebang? Menganggap penting tapi kok dirusak? menganggap penting tapi kok diputusin?

Belum lagi, penggunaan zat kimia, pertambangan, perkebunan sawit, menjadi faktor penyebab, pohon tidak mau berbaik sangka lagi dengan tanah. Dengan kandungan oksigen 0,93% di udara saat ini, bisa saja semakin mengurang bila pohon tidak segera mendapat tempat di bumi pertiwi ini.

Padahal, manusia modern saat ini harus bersaing dengan beton-beton jalan, gedung-gedung bangunan untuk mendapatkan oksigen. Meskipun pada hari ini oksigen sudah mulai diperjual-belikan dalam berbentuk tabung, mungkin saja sepuluh tahun kedepan oksigen sudah tersedia dalam bentuk sachet.

--- x ---

Mendorong hal ini, telah berbagai upaya dilakukan manusia khususnya pemerintah, untuk menjaga dan melestarikan hutan. Mulai dari membuat undang-undang sampai reboisasi pohon. Namun hal ini belum dapat dilakukan secara maksimal, karena hutan masih teringat-ingat akan kenangan buruk di masa lalu. Mereka susah move on dan membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh kembali.

Pohon juga makhluk hidup, ya hampir sama seperti cewek, yang hanya ingin diperhatinkan dan dijadikan prioritas utama. Tapi bedanya pohon tidak mengalami pms, coba kalo pohon pms? Kelar hidup kita. Sayang, sepertinya harapan dan keinginan pohon harus bertepuk sebelah tangan, ternyata manusia kini lebih memprioritaskan kuota internet.

Namun begitu, pohon tetap berterima kasih. Terlebih kepada jomblo yang sudah bersedia berdoa, agar bumi diturunkan hujan, meski hanya seminggu sekali sih (biasanya malam minggu). Dia pun tetap memproses dan menghasilkan oksigen dalam keadaan apapun, saat dia dikroak pake besi lalu ditulis "aku dan kamu forever" kek, dipanjat-panjat kek, dipukul pakai kapak kek, selama daun itu masih tumbuh, tidakkah sekalipun dia mencoba untuk mogok berfotosintesis? Di saat manusia malah ketagihan berfotoselfies, pohon tidak iri dan masih suka bertanya; ”Sudahkah aku memberi manfaat kepadamu?”.

*NB

Tulisan ini hanya sebagai pelampiasan, karena suasana hati saat ini sedang patah. Namun, ketika melihat biji kacang hijau yang ada di dapur menjadi kecambah, menjadi sebuah hiburan tersendiri bagi hati ini. Meski rasanya hanya sesaat menghilangkan gundah. Berpikir sejenak, oh iya memang hidup bagai itu sebuah roda, senantiasa ada yang mati ada yang tumbuh. Ada yang berakhir ada yang memulai, ada yang gagal ada yang berhasil.

Mungkin disaat kita meratapi hidup, merasa seolah-olah hidup kita paling menyedihkan, eh ternyata ada yang lebih menyedihkan. Contohnya adalah kondisi yang dialami pohon saat ini. Lalu, diajak berpikir kembali, bagaimana kalo pohon sudah habis dan sudah tiada? Lalu kita bisa apa?

Dan apakah memendam rasa adalah sebuah kesalahan? Eh, maaf malah jadi curhat. Maaf.
Klik Disini

This post have 0 komentar

Add your massage to every single people do comment here!

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iklan masalien