Jasa Vector Murah

Sabtu, 22 Juli 2017

author photo
Teknologi SistemPenitipan Sendal

Sebuah terobosan yang dilatar belakangi oleh sebuah kejadian, dimana saat itu gua sedang melaksanakan sholat jumat di salah satu masjid di Jakarta. Karena masjidnya berada di tengah-tengah kawasan padat penduduk dan perkantoran, alhasil tempat penitipan sendal pun tidak dapat menampung jumlah sendal yang membludak.

Selepas sholat jumat, nasib para sendal kian menyedihkan, mereka yang sebelumnya tergeletak begitu saja, harus terpencar ke seluruh penjuru mata angin, akibat terombang-ambing di lautan kaki manusia (tak terkecuali sendal gua). Tapi beruntung, tidak seperti kisah cinta pemiliknya, sendal gua masih bisa dipertemukan dan dipersatukan kembali.

--- x ---

Minggu selanjutnya, tak jauh berbeda dengan kondisi minggu sebelumnya, gua kembali kesulitan menemukan keberadaan sendal gua. Tapi kali ini gua memilih untuk menunggu hingga suasana benar-benar beranjak sepi. Nah, setelah suasana agak sepi, baru deh gua mencari letak dimana sendal gua berada,

"Wahai sendal! Where are you now? Another dream, the monsters running wild inside of me, i'm faded."

Namun, tak ada hasil yang gua dapati, sendal gua hilang entah kemana. Terpaksalah gua harus pulang dengan kondisi kaki yang nyeker. Karena gua merasa, nyeker adalah keputusan yang terbaik, iya terbaik, daripada gua harus menikung sendal milik orang lain? Kan kasian. Karena gua tau, rasanya ditikung itu engga enak.

--- x ---

Tapi, akhirnya gua pulang dengan sendal baru dong, yeeaay! (gua beli sendal, malu juga kalo naek kereta sambil nyeker, meski engga ada peraturan kalo naek kereta harus menggunakan alas kaki sih).

Nah, saat sedang mengantri di depan mesin kartu kcj, karena antriannya begitu panjang seperti ular tangga, maka untuk menghilangkan rasa kebosanan, gua membaca berita online yang kebetulan headline utamanya adalah Sistem Parkir Terbaru di Bandung. Lalu sekilas, gua memandang dengan tatapan sinis ke layar hape gua dan mesin kartu kcj. Tiba-tiba tubuh gua pun kesurupan. Eh, ya enggalah! Maksudnya tiba-tiba muncul notifikasi ide dari otak gua, bahwa :

Kartu ID + parkir + sendal + gua ganteng  = Sistem Parkir Sendal

Ah iya! Kayanya seru kalo ada sistem seperti ini. Jika di Belanda dan di Jepang, itu ada sistem parkir untuk sepeda, kenapa di Indonesia tidak diciptakan sistem parkir untuk sendal? Maka dari itu, gua berharap suatu saat nanti akan ada ahli teknologi; informasi, listrik, robot atau mesin. Mau berkerja sama dengan gua, untuk merealisasikan dan menciptakan sebuah terobosan ini.

Kan bermanfaat juga bagi umat, apalagi kalo sampai diterapkan di masjid terbesar asean yaitu Masjid Istiqlal. Keren banget dah! Dan siapa tau, dengan teknologi ini dapat mengurangi kelakuan jamaah yang masih suka membawa sendal secara diam-diam ke dalam Masjid Istiqlal. Padahal bisa saja dari sendal tersebut masih ada najis yang menempel, iya kan?

--- x ---

Nah, untuk alurnya, sistem parkir sendal ini dirancang dengan alur yang engga ribet, tidak seperti cerita sinetron yang berbelit-belit. Jadi kira-kira beginilah alurnya :

--> masukan sendal 
--> tekan tombol 
--> sendal menuju loker 
--> sendal berada di loker 
--> keluar kartu 
--> ambil kartunya.

Begitu pula untuk proses pengambilan sendal, alurnya tak jauh berbeda dengan alur saat memasukan sendal, hanya prosesnya menjadi terbalik, maka akan diperoleh alur sebagai berikut:

--> masukan kartu 
--> sendal keluar dari loker 
--> sendal berada ke tempat pengambilan
--> ambil sendal 
--> pake sendal 
--> masukan duit ke kotak amal.

So, untuk bentuk detail dari sistem ini, kurang lebih seperti pada gambar di atas. Tapi tentu harus kita maklumi, dalam realitanya tidak akan sama dengan apa yang kita bayangkan. Teknologi ini pun pasti sulit untuk diwujudkan karena ada beberapa faktor penyebabnya.

Faktor pertama adalah biaya, kedua biaya juga, ketiga duit, keempat lahan, kelima emang siapa yang mau bikin? Dan yang terakhir adalah faktor

NGAPAIN BIKIN ALAT YANG KAYA BEGINIAN?

Oh iya, ada satu faktor lagi, yang dari dulu hingga kini masih sering terjadi, yaitu nyinyiran di masyarakat yang masih suka berkata yaelah; yaelah cuma masalah sendal doang, ribet amat sampe dibikin alat beginian, mending bikin sesuatu yang bisa menghasilkan uang bukan ngabisin uang!

Sehingga dapat gua ambil kesimpulan, bahwa ide semacam ini tuh masih belum memiliki manfaat di masyarakat, masih belum diperlukan dan sepertinya tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari.

--- x ---

Ya begitulah, sehingga project ini akhirnya gua nyatakan gagal dan tidak bisa dilanjutkan. Namun apakah dengan kegagalan ini membuat gua berhenti? Tidak, apakah kalian tau? Bukankah ultraman selalu menang apabila lampu di dadanya sudah berbunyi neng-nong neng-nong di akhir?

Maka dari itu, gua akan terus berjuang dan terus berinovasi hingga akhir, agar teknologi kriya ini dapat diwujudkan, sampai pada akhirnya bisa memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia. Semoga perjuangan ini tidak menjadi sia-sia, tidak seperti perjuangan saat ingin mendapatkan kamu, iya kamu, yang ujung-ujungnya bertepuk sebelah tangan.

Engga jelas ya? Yaudahlah jangan serius-serius bacanya, cukup hubungan kita berdua aja yang serius *loh. Jadi, itulah pengalaman gua bersama sendal tercinta, apakah kalian punya cerita tentang sendal kalian? Kalo ada, tulis di komentar ya!
your advertise here

This post have 9 komentar

avatar
Lulu Andhita delete 23 Juli 2017 20.54

Idenya kreatif skali ini smpe mo ngadain sistem parkir sendal. Kreatif tp kek kurang krjaan jg ye? :'D Haha. Gak kbayang kalo ini bneran terealisasikan sih. Wkwk. Tp bsa saja impianmu jd knyataan :p

Mslah sndal prnah sih gue satu kali abs plg traweh, sendalnya dituker ama yg jelek dan robek2. Pdhal sendal awalnya yg gue bawa cakep, dan bkan pnya gue. Nukernya pinter bner lg bner2 mirip! Bedanya lebih kcil ma robek2 doang:(

Reply
avatar
Vanisa Desfriani delete 24 Juli 2017 15.40

ahahaha boleh tuh. satu jam dua rebu satu pasang. hahahaa

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 24 Juli 2017 20.46

Sebenernya karna emang kurang kerjaan sih haha. Tapi aamiin.

Nah, itu mah masih mending masih sama, daripada pergi mereknya carvil pulang-pulang jadi merek swallow, hayo? :D

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 24 Juli 2017 20.49

itu kalo berpasangan, yang engga berpasangan gratis tis tis haha

Reply
avatar
Yoga Akbar Sholihin delete 24 Juli 2017 22.07

Gue masih iri banget, sih, sama parkir sepeda di Jepang itu. Kebetulan anaknya suka gowes, lagian irit nggak perlu beli bensin. Sayangnya, kalau naik sepeda di sini kurang cocok. Panas banget Jakarta dan padat kendaraan bermotor. Wahaha. :D

Ide untuk keamanan sendalnya boleh juga, sih. Tapi ya terlalu absurd untuk diwujudkan. :p

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 26 Juli 2017 19.39

Di jepang mah, emang udah dibudayakan bersepeda. Ya semoga aja Jakarta bisa kek gitu dan adem kalo ditambahin pohon :D

Iya emang absurd, tapi siapa tau ada ang khilaf bikin beneran wkwk

Reply
avatar
Hawadis delete 4 Agustus 2017 23.33

Bukan kurang kerjaan, tapi emang beneran udah ada sistem parkir sendal kok. alias penitipan sendal. di masjid2 biasanya. kita menitipkan sendal, ambil kartu, nanti pas udah, kasi kartu, kasi duit, ambil sendal.

bahkan, di kampung saya, yg ada keunikan alam pasang surut yg menyebabkan ada pantai wisata dadakan, itu org2 dari jauh kan bawa sendal, kalo berenang kan gaenak pake sendal, jadi bisa diparkirkan. dan emang udah ada. xD

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 5 Agustus 2017 11.27

Tapi itu masih manual bang, pengennya udah pake micin, eh mesin maksudnya :D

Daerah mana tuh? Ehm.. boleh lah boleh wkwk

Reply
avatar
Zaitun Hakimiah NS delete 22 Agustus 2017 11.05

nggak kepikiran lhoo ide kreatif macam ini.
lanjutkanlah!!!

Reply

Add your massage to every single people do comment here!
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iklan masalien