Jasa Vector Murah

Kamis, 13 Juli 2017

author photo

Suatu hari, ketika saya sedang asyik mengorek-ngorek tempat sampah, eh bukan, maksudnya kantong celana. Saya berhasil menemukan sebuah harta karun tersembunyi, yaitu berupa uang dengan nominal 1 lembar gocengan dan 2 lembar secengan, total keseluruhan menjadi tujuh ribu rupiah. Saya berpikir dengan uang segini enaknya dibeliin apa yak?

Apakah bisa digunakan untuk membeli sebuah mobil marcedes benz? Apakah bisa membeli sebuah rumah mewah di Pulau Reklamasi Teluk Jakarta? Atau malah bisa digunakan untuk biaya menikah? Alamak, ternyata saya sudah terkena jurus genjutsu Mugen Tsukoyomi. Saya pun segera beristighfar dan memilih menggunakan uang tersebut di jalan yang benar. Yaitu membeli permen susu.

Hal ini tidak terlepas dari iklan Milkita Susu yang menggoyangkan iman, bahwa 3 permen lolipop milkita sama dengan segelas susu. Kesempatan yang baik untuk memperbaiki gizi tubuh, apalagi dengan harga permen lolipop yang cukup murah, membuat hasrat ingin mengoplos dengan segelas air mineral menjadi semakin besar. Saya pun memutuskan untuk pergi ke toko kelontong terdekat.

--- x ---

Di tengah perjalanan, hati saya pun kembali goyah setelah melewati sebuah warteg yang menyebarkan bau-bau aroma sadis dari seonggok makanan, seolah-seolah dia memanggil :

"Wahai perut-perut yang kelaparan, kesinilah, datanglah padaku."

Yaampun cobaan apalagi yang harus saya hadapi? Hal yang membuat diri saya menjadi bimbang seperti lagunya teh Melly Goeslow, tapi apakah hal ini yang menyebabkan masyarakat Indonesia kurang meminum susu?

--- x ---

Dalam ilmu cocoklogi dan hasil survey di sekitar rumah saya. Dengan uang tujuh ribu rupiah, jika pergi ke warteg, kita sudah bisa mendapatkan paket hemat berupa nasi dengan tempe bacem, bahkan kadang ditambah dengan sayur sop, alhasil perut pun menjadi kenyang. Namun jika pergi ke toko kelontong, kita bisa membeli sekotak susu dan sebungkus roti, sesuatu yang bikin perut jadi engga laper tapi engga bikin kenyang juga.

Tentu dengan mempertimbangkan prioritas yang terbaik bagi perut, masyarakat kebanyakan akan memilih makan di warteg dan saya pun mengakui hal itu, karna saya juga akan memilih makan di warteg. Jadi wajar apabila masyarakat Indonesia masih belum membudayakan meminum susu di fase-fase remaja setelah masa asi atau masa balita berakhir. Padahal susu baik bagi tubuh, biar tubuh kita tumbuh ke atas, engga ke samping, apalagi ke depan dan juga ke belakang. Lantas bagaimana solusinya?

Turunkan harga susu.
Tingkatkan pendapatan masyarakat.
Berhenti merokok.

Loh kok berhenti merokok? Yap, faktanya harga sebungkus rokok dan sebungkus kopi sachet itu rata-rata 15 ribu, tapi sebagian masyarakat kita sanggup membelinya, anehkan? Tambahkan lagi dengan kuota internet 30 ribu atau lebih, mampu juga membelinya. Tapi alasan utama saya memasukan berhenti merokok adalah ya karna saya benci asap rokok. Siapa tau beneran ada yang berhenti merokok setelah membaca tulisan ini, saya jadi bisa terbebas dari status perokok pasif yang jiwa raganya lebih terancam dari si perokok tersebut, dan mereka yang berhenti merokok, uangnya bisa dikumpulin buat membeli pesawat jet pribadi serta membangun pendidikan umat.

Jadi, meminum susu belum menjadi prioritas utama atau kebutuhan primer di negara ini. Mungkin alasannya susu engga bikin kenyang dan juga mahal harganya (apalagi susu yang iklannya naga, nama mereknya beruang, bahan pokoknya dari susu sapi).

--- x ---

Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah; Manusia cenderung memilih sesuatu yang dapat membuat kebutuhan dirinya terpenuhi, jika ada feed back positif maka akan dijadikan prioritas. Sayang, semakin kita memilih sesuatu yang menurut kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita, kalau imannya suka goyah (seperti saya) malah membuat diri kita semakin merasa lapar. Karna efek hati yang sudah kecanduan serta terbiasa akan sifat tamak dan hilangnya sifat qanaah dari dalam tubuh.

Lah? apaansih? iyain aja deh ya namanya juga sekedar cocoklogi. Boleh setuju boleh engga. Jadi pilih ke warteg apa minum susu?

*NB

Mungkin masyarakat Indonesia tidak membudayakan meminum susu, karena punya alasan tersendiri, yaitu karna istilah 4 sehat 5 sempurna. Yang membuat sempurna atau yang kelima adalah minum susu. Masyarakat Indonesia tidak mau sombong dan hanya ingin mengambil empat sehat saja. Mereka tidak mau menjadi sempurna karena masyarakat kita tahu dan sadar, sempurna itu hanyalah sebuah judul lagu dan yang sempurna itu hanya Allah subhana wata'ala. Sungguh bijak sekali masyarakat kita ya.
your advertise here

This post have 0 komentar

Add your massage to every single people do comment here!
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

iklan masalien