Jumat, 30 Juni 2017

author photo
Park Chanyeol EXO

Kalo ditanya sama orang lain, dengan pertanyaan siapa saya? Mungkin saya akan menjawab; kenalin, saya Chanyeol. Anaknya Bapak Agus dan Ibu Samanah.

Namun berbeda halnya kalo yang bertanya ialah diri sendiri. Ah iya ya? Siapa saya ya? Jangan-jangan, saya itu kembarannya Song Joong Ki? Atau Justin Beiber? Atau keturunan Raja Api yang akan menguasai dunia? -- Nah lho?

Pertanyaan "siapa saya?" terlintas begitu saja, saat membaca sebuah tulisan dari seorang teman yang berjudul Thoughts About 20's --bercerita tentang hari kelahiran dia yang sudah beranjak ke usia 20 tahun.

Tulisan yang dikemas dengan berbagai macam hikmah kehidupan itu, membuat saya terkesan akan dirinya. Apalagi kalo dia sedang tersenyum, beuh, seperti melihat bidadari dunia *loh. Tapi mungkin saya bisa sedikit mengerti apa yang dia rasakan, bahwa seperti ada beban tersendiri, saat usia sudah tidak lagi berada di angka belasan.

Yap, karena saya pun mengalaminya. Tepat beberapa hari yang lalu, merupakan hari kelahiran diri ini yang dibilang sudah berumur juga. Bukan, bukan tidak mau mensyukuri nikmat Allah yang telah memberi kesempatan untuk hidup selama ini, tapi mendengar kata "umur" menjadi terasa begitu menyebalkan. Hati jadi lebih sensitif, persis seperti cewek yang sedang mengalami datang bulan.

Lebih dari itu, ada sebuah pertanyaan yang membuat otak dan hati menjadi bingung. Yap! Bingung, kenapa juga sih saya harus memikirkan jawaban untuk semua ini? Buat apa? Penting banget emangnya? Ingin sekali membuatnya menjadi lebih sederhana, tapi faktanya engga. Engga semudah itu. Mungkin lebih rumit dari menjawab soal-soal di SBMPTN.

--- x ---

I'm only human. Hanya seorang manusia penuh dosa, iya dosa, banyak banget dah. Saya adalah sebuah produk kegagalan? Bisa jadi. Saya selalu menyusahkan orang tua? Iya, masih. Atau saya malah berhenti menjadi seorang manusia? Yap berhenti, jika kita mematok definisi manusia itu sebagai berikut:

Manusia, baru bisa dikatakan manusia apabila dia memiliki mimpi dalam hidupnya.

Masalahnya, saya masih belum memiliki mimpi lagi. Saya telah membuang semua cita-cita saya di masa lalu. Mencoba melepaskannya sekaligus menerima realita hidup yang ada, bahwa saya telah terjatuh dalam keterpurukan, jatuh dalam kebodohan.

Lantas tersenyum dalam kepura-puraan, bahwa seakan semua baik-baik saja, padahal, semua tidak baik-baik saja. Mungkin kalo berpura-pura itu adalah sebuah mata kuliah, saya akan mendapat nilai A dan wisuda dengan gelar Sarjana Kemunafikan.

Namun kembali lagi dengan pertanyaan "siapa saya?" jawabannya: tidak tahu. Ya, tidak tahu. Bahkan saya sendiri pun tidak tahu. Ada sih yang tahu, yaitu Allah Yang Maha Tahu, karena Allah-lah yang menciptakan saya.

Terima kasih, apabila seorang guru berkata; jalanin aja. Atau seorang teman berkata; hidup itu sederhana yang rumit pemikiran kita. Terima kasih. Tapi hati manusia siapa yang tahu? Bahkan saya terlihat baik pun karena Allah masih sayang dan mau menutupi semua aib-aib dan dosa saya selama ini.

Lantas "siapa saya?" Saya Indonesia, Saya Pancasila?

Bukan, bukan itu (come on, entah mengapa saya muak kalian berkata latah seperti itu akhir-akhir ini) Lalu "siapa saya?" siapa manusia ini? Yang selalu saja memiliki rasa iri ketika melihat orang lain menggapai kesuksesannya, tanpa mengetahui rasa sakit yang mereka alami? Siapa?

Hei! "siapa saya?" dua kata tanya pembawa keresahan.
Klik Disini

This post have 6 komentar

avatar
Yoga Akbar Sholihin delete 10 Juli 2017 21.04

Hmm, gue juga bingung sama orang-orang yang menyebut saya Pancasila, saya Indonesia. Itu cuma diucapkan aja. Tapi nggak benar-benar dipahami, dan kemudian malah lupa menerapkan Pancasila. :)

Gue, sih, bisa menjawab pertanyaan di judul itu. Saya manusia yang suka bercerita, terutama menulis cerita. :D

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 16 Juli 2017 18.01

Terima kasih sudah berkunjung bang. Aduh jadi malu postingan galau di komen hehe.

Nah, itu dia. Tapi entahlah jadi bingung :)

Kalo ditanya kapan nikah? Bisa jawab engga? Wkwkwk

Reply
avatar
meilany putri delete 28 Oktober 2017 01.07

betul, nggak perlu sebut siapa diri ini. hanya perlu lakukan yang terbaik agar diri ini bisa dikenali wkwk

Reply
avatar
Vanisa Desfriani delete 7 Maret 2018 13.01

halo chanyeol. salam kenal, aku kim ji won. hahahaaa

mampir ke sini belum ada tulisan baru eh, jadi ngubek2 tulisan lama :D

btw, meski g+ nya di sembunyiin. Sekarang sha dah hafal nama blonya loh hihihi

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 00.44

Melakukan yang terbaik, duh kok jadi sedih ya wkwkwk

Reply
avatar
Asep Kurniawan delete 10 Maret 2018 00.45

Kim Jong-Un? Pemimpin Korea Utara itu? Tapi alhamdulillah aada juga yang inget sama blog ini :D

Reply

Add your massage to every single people do comment here!

Next article Next Post
This Is The Oldest Page

Advertisement

iklan masalien